: kepada istri
Ulurkan tangan dan tutup mata, istriku, genggam bara api itu. Ini bukan perkara cinta melainkan keberanian tegak diserempet zaman. Kau bilang edan namun menjadi sufi adalah kejahatan. Kita tak hendak lari. Kita hanya sejenak perlu ke tepi.
Ini bukan naïf, istriku, kita hanya menjaga akal sehat untuk selalu waspada. Kita tak menjauhi kaya, kita hanya tak sepakat segala cara. Tak usah ragu, palingkan wajahmu dan tetap genggam bara itu.
Tataplah mataku dan teteskan air matamu, istriku. Tak akan terperdaya aku oleh senyummu. Tahan sedikit lagi laparmu karena kemiskinan bukan puisi. Aku tahu matamu menggugat segala mungkin. Tak ada maklum, istriku, genggam saja bara api itu. Titik.
Dimuat dalam antologi Kosong=Isi (Lesbumi Kab. Tegal, 2012).