Wasiat Suami Menyongsong Zaman Akhir

April 17, 2012

: kepada istri

Ulurkan tangan dan tutup mata, istriku, genggam bara api itu. Ini bukan perkara cinta melainkan keberanian tegak diserempet zaman. Kau bilang edan namun menjadi sufi adalah kejahatan. Kita tak hendak lari. Kita hanya sejenak perlu ke tepi.

Ini bukan naïf, istriku, kita hanya menjaga akal sehat untuk selalu waspada. Kita tak menjauhi kaya, kita hanya tak sepakat segala cara. Tak usah ragu, palingkan wajahmu dan tetap genggam bara itu.

Tataplah mataku dan teteskan air matamu, istriku. Tak akan terperdaya aku oleh senyummu. Tahan sedikit lagi laparmu karena kemiskinan bukan puisi. Aku tahu matamu menggugat segala mungkin. Tak ada maklum, istriku, genggam saja bara api itu. Titik.

Dimuat dalam antologi Kosong=Isi (Lesbumi Kab. Tegal, 2012).


Memaknai (Ulang) Konsepsi Nemui Nyimah dan Piil Pesenggiri

April 16, 2012

Dalam sayup-sayup kerinduan di tanah seberang, menyaksikan pertikaian antarkelompok warga di Lampung baru-baru ini (yang kemudian diidentifikasi berasal dari dua etnis berbeda) membuat saya terluka. Kita semua tentu sepakat seharusnya konflik dan pertikaian tak boleh ada di bumi Lampung. Untuk sampai pada situasi ini tampaknya kita harus banyak memaknai ulang perspektif filsafat kehidupan masing-masing kelompok. Pada dasarnya semua filsafat kehidupan berlaku universal, sehingga dapat disebut bahwa filsafat kehidupan seluruhnya setia pada kebaikan. Namun tafsir, penghayatan dan implementasi filsafat hidup yang dikodifikasi dalam sistem nilai kebudayaan seringkali menyebabkan distorsi atas nilai-nilai luhur yang dikandung sistem-sistem nilai yang ada. Baca entri selengkapnya »


Tentang Laki-Laki Muda Bejaket Coklat Tua

April 16, 2012

Kepada: Budi P. Hatees

LAKI-LAKI muda berjaket coklat-tua memerlukan beberapa kejap memejamkan mata, sesaat sebelum bus Puspa Sari yang ditumpanginya memasuki Terminal Rajabasa. Angannya membual pada kenangan beberapa tahun lewat, pikirannya dipenuhi kekhawatiran yang gugup: pada mimpi dan cita-cita yang disemainya di kota ini. Setelah turun dari bus, laki-laki muda berjaket coklat-tua bergegas melompat ke dalam bus lain lagi, Damri trayek Terminal Rajabasa-Tanjung Karang. Tadi ia sempat mengedarkan pandang ke sekeliling terminal. Ia menggeleng kepala sendiri, menenangkan batinnya. Katanya kepada batin: menggerutu soal kesemrawutan tak baik bagi kesehatan. Laki-laki muda berjaket coklat-tua memilih menyandarkan kepalanya di kursi bus. Bus sejuk berpendingin udara. Baca entri selengkapnya »


Kamseupay

April 11, 2012

Awal tahun 2012 ditandai dengan kembali populernya akronim Kamseupay di media sosial kita. Kabarnya akronim ini pernah populer pada tahun 1980-an, bersamaan dengan lahirnya bahasa gaul kala itu macam doski, kawula muda atau yoi—sebelumnya lema yoi diucapkan yoa, misalnya dapat kita simak dalam percakapan di seri-seri film Catatan Si Boy (Cabo). Akronim dan kata bahasa gaul remaja ibukota kala itu produktif diintroduksi antara lain melalui corong Radio Prambors Jakarta. Kamseupay secara umum dipanjangkan menjadi Kampungan Sekali Uh Payah, sejumlah variasi tafsir Kamseupay lahir seperti Kampungan Sekali Udik Payah, atau menganggap Kamseupay sebagai kata, bukan akronim. Kalangan yang menganggap Kamseupay sebagai kata umumnya mengartikan Kamseupay sebagai kampungan. Baca entri selengkapnya »


Percakapan dalam Kereta

April 11, 2012

Untuk Sungging Raga

Laki-laki muda itu hati-hati menyeret koper berodanya, takut menyenggol lutut penumpang lain. Setelah mendapati nomor kursinya, pelan-pelan ia mengangkat koper dan meletakkan di kabin di atas tempat duduk. Ia masih sempat merapikan jaketnya sebelum menghempaskan pantat ke kursi. Bantal kecil berwarna biru terlebih dahulu ia ambil, lalu diletakkan di pangkuannya. Air mineral dalam botol tak lupa diselipkan di jaring kursi penumpang di depannya. Bersama botol air mineral ia menyelipkan juga satu buku bersampul merah, buku yang bertutur tentang Sjahrir. Laki-laki muda itu menghela napasnya berkali-kali. Hampir saja ia tak awas. Di sampingnya telah duduk seseorang. Laki-laki muda itu menoleh dan menyunggingkan senyum sedikit. Seorang perempuan, kira-kira usianya lebih tua dari laki-laki muda itu, antara empat-lima tahun. Baca entri selengkapnya »


Tanggal Ulang Tahun

Januari 3, 2012

Perayaan ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia memang istimewa. Hanya pada saat bangsa ini memperingati ulang tahunnya kita menjadi familier (kembali) dengan akronim HUT alias Hari Ulang Tahun dan idiom Dirgahayu. Bila pada peringatan ulang tahun kemerdekaan digunakan istilah HUT, pada peringatan ulang tahun berdirinya daerah (kabupaten/kota atau provinsi) umumnya digunakan istilah Hari Jadi, berbeda ketika kita memperingati hari kelahiran seseorang yang lazim disebut Ulang Tahun saja. Sedemikian sering kita menggunakan akronim HUT sehingga membuat kita tak sadar bila akronim ini berpotensi menyebabkan kekeliruan logika berbahasa. Baca entri selengkapnya »


Kelompok Studi IdeA: Gerakan Budaya, Gerakan Kuasa atau Ruang “Bersenang-Senang”?

Januari 2, 2012

Lima tahun lebih Kelompok Studi dan Jurnal IdeA lahir. Sepanjang periode itu Kelompok Studi dan Jurnal IdeA merasa telah melakukan banyak hal, ditimbang dari intensitas diskusi dan penerbitan Jurnal serta partisipasi lain dalam kerangka mebangun tradisi budaya belajar di Kabupaten Tegal. Meski demikian banyak kalangan belum mengenal lebih dekat apa, siapa, bagaimana dan mau apa Kelompok Studi dan Jurnal ideA? Bisa jadi usaha yang dilakukan Kelompok Studi dan Jurnal IdeA masih minimal. Atau kemungkinan lain yang paling mungkin: Kelompok Studi dan Jurnal IdeA sesungguhnya belum melakukan apa-apa. Kalau begitu, kapan anda bergabung dengan Kelompok Studi dan Jurnal IdeA, atau membangun ruang-ruang nalar—meramaikan dinamika intelektual di tanah kita tercinta ini? Baca entri selengkapnya »


Menjadi Backpacker dari Kapal Pesiar

Januari 2, 2012

Bila anda saat ini sedang mencari pekerjaan, saya sarankan anda mencari pekerjaan yang memungkinkan anda sering ke luar kota, bahkan kalau mungkin ke luar negeri. Jenis pekerjaannya dapat apa saja. namun anda dapat menjajal satu jenis hobi baru yang menantang: travelling! Apalagi skenarionya travelling sambil bekerja. Fulus anda bertambah. Pengalaman sebagai warga dunia akan membuat anda boleh sedikit sombong dari banyak saudara kita yang kurang piknik. Baca entri selengkapnya »


Gerakan Sosial Usai Bakar Diri Sondang

Desember 21, 2011

Kematian Sondang Hutagalung, mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) yang membakar diri di depan Istana Merdeka telah menggugat kemanusiaan kita. Meskipun motif Sondang belum diketahui secara pasti karena sesaat setelah membakar diri kondisinya kritis hingga kemudian meninggal, kuat dugaan aksi bakar diri yang dilakukan Sondang merupakan ekspresi kekecewaan terhadap pemerintahan SBY-Boediono. Sebagai seorang aktivis mahasiswa sekaligus Koordinator Himpunan Advokasi-Study Marhaenis Muda untuk Rakyat dan Bangsa Indonesia (Hammurabi), satu komunitas Sahabat Munir yang dekat dengan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Sondang tentu meniatkan aksinya sebagai gerakan sosial untuk mewujudkan idealismenya. Sejumlah kalangan menduga Sondang terinspirasi tukang sayur Mohamed Bouazizi yang melakukan aksi serupa yang kemudian berdampak luas bagi lahirnya revolusi tak hanya di Yaman, namun juga di dunia Arab. Namun tampaknya ikhtiar Sondang menjadikan dirinya sebagai martir tak seperti yang ia duga. Sesaat setelah Sondang membakar diri, hingga kemudian meninggal, gerakan sosial di tanah air masih tampak kalem nyaris tak terpengaruh banyak oleh aksi Sondang. Sondang boleh kecewa, namun secara teoritik gerakan sosial di tanah air yang tak bergeliat juga ada sebabnya. Baca entri selengkapnya »


Sinergi Penulis dan Media

Desember 19, 2011

Motivasi seorang dalam menulis artikel di media massa cukup beragam. Ada yang menjadikannya sebagai sarana mengaktualisasikan gagasan. Ada juga yang memaknainya sebagai ujud aktualisasi diri, salah satu kebutuhan-lanjut manusia setelah kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan sosial, dan kebutuhan untuk dihargai sebagaimana kata Abraham Maslow (1908-1970). Tak sedikit pula yang menjadikan aktivitas menulis sebagai profesi, tak sekedar klangenan atawa hobi. Baca entri selengkapnya »


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.