Archive for Januari, 2011

Gayus dan Akuntabilitas Anggaran

Januari 24, 2011

Vonis 7 tahun penjara bagi Gayus Tambunan yang dinyatakan bersalah atas dakwaan mafia pajak masih dianggap terlalu ringan dan menciderai rasa keadilan. Publik selama ini merasa dibohongi karena pajak yang telah dibayarkan dengan mudah ditilap Gayus dan sindikatnya. Pajak, termasuk di dalamnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) sesungguhnya baru aspek penerimaan negara. Padahal terdapat aspek lebih penting, yakni bagaimana mengelola penerimaaan negara ini agar memberi manfaat seluas-luasnya bagi publik. Baca entri selengkapnya »

Pola Gerak Gerakan Mahasiswa

Januari 17, 2011

Nadia Raissofi H menulis artikel Memetakan Kembali Gerakan Mahasiswa (Lampost, 13-1) yang menarik untuk ditanggapi. Meskipun memilih frase ‘memetakan kembali’ dalam artikelnya, alternatif gerakan yang diusulkan Nadia justru meneguhkan pola gerak yang selama ini ada, atau setidaknya menguatkan persepsi publik terhadap Gerakan Mahasiswa yang ‘seharusnya’. Baca entri selengkapnya »

Merumuskan Keistimewaan DIY

Januari 16, 2011

Saya percaya, akhir dari ontran-ontran polemik keistimewaan Yogyakarta hari-hari belakangan ini akan happy ending. Betapa tidak, Sidang Rakyat Yogyakarta yang digelar di Malioboro, termasuk Sidang Paripurna Istimewa DPRD Yogyakarta hingga belasan demonstrasi yang intinya mendukung penetapan Sultan dan Pakualam masing-masing sebagai gubernur dan wakil gubernur telah menjadi garansi demikian kuatnya aspirasi masyarakat Yogyakarta. Sangat riskan dan membutuhkan biaya sosial dan politik yang tinggi untuk menolak amanat publik ini. Sehingga, akhir dari polemik ini dapat ditebak: DPR dan Pemerintah (Pusat) akan mendukung penetapan Sultan dan Pakualam, untuk argumentasi-argumentasi populis. Baca entri selengkapnya »

Ketika Publik Berharap pada Inu

Januari 5, 2011

Inu Kencana Syafiie yang berstatus Pegawai Negeri Sipil dosen Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN selain vokal bersuara membongkar praktik tidak terpuji di kampusnya ternyata juga mampu mengelola keingintahuan publik terhadap wajah sebenarnya kehidupan kampus IPDN. Tidak sampai sebulan sejak kematian Muda Praja Cliff Muntu ketua kontingen praja Sulawesi Utara yang diduga tidak wajar, Inu menerbitkan buku bertajuk IPDN Undercover: Sebuah Kesaksian Bernurani. Penerbitan IPDN Undercover memperoleh momentum yang tepat pada saat simpati, apresiasi termasuk amarah masyarakat terhadap keberadaan kampus IPDN sedang hangat. Baca entri selengkapnya »

Bangsa Dua Suku Kata

Januari 5, 2011

Bangsa kita sudah lama dikenal sebagai bangsa yang gemar bergosip, nyaris banyak omong. Namun seringkali malas melafalkan kata-kata yang panjang. Akibatnya, bangsa kita menjadi bangsa yang efektif memenggal kata sesuka hati, sekaligus produktif menciptakan rupa-rupa akronim. Menariknya, baik pemenggalan kata maupun akronim dilakukan untuk membentuk kata baru yang umumnya terdiri dari dua suku kata. Baca entri selengkapnya »

Berbagai Cara Mengekspresikan Sepakbola

Januari 3, 2011

Saya terhitung orang yang tak menyukai sepak bola. Bahkan hingga kini. Tak pernah saya secara khusus menunggu siaran pertandingan sepak bola. Oleh sebab pernikahan saya mulai menonton Piala Dunia, menemani istri. Maklum saja, ini Piala Dunia pertama dalam pernikahan kami. Meski demikian saya tetap tak menyukai sepak bola. Namun tidak dengan tragedinya, sejarahnya, politik yang melingkupinya, air mata yang tertetes, dan euforia superter yang dapat kita baca dari unggahan status di facebook. Baca entri selengkapnya »