Archive for the 'Jurnal IdeA' Category

“Perencanaan Setengah Resmi” dalam Perencanaan Pembangunan Daerah

Juni 7, 2017

Dalam Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, dokumen perencanaan disusun berdimensi jangka panjang (Rencana Pembangunan Jangka Panjang/RPJP), jangka menengah (Rencana Pembangunan Jangka Menengah/RPJM dan Rencana Strategis/Renstra) serta berdimensi tahunan (Rencana Kerja Pemerintah/RKP dan Rencana Kerja/Renja). RKP/D kemudian dibahas bersama legislatif menjadi Anggaran Pendapatan Belanja Nasional/Daerah (APBN/D). Dokumen-dokumen perencanaan ini bersifat indikatif (RPJP dan RPJM) serta bersifat operasional (APBN/D). Sehingga dokumen perencanaan yang akan diimplementasikan dalam pelaksanaan pembangunan adalah APBN/D. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Think Tank dalam Perencanaan Pembangunan Daerah: Pengalaman 10 Tahun Kelompok Studi IdeA

Juni 7, 2017

Menilik sejarahnya, keberadaan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada masa orde baru merupakan institusionalisasi kelompok-kelompok think tank di seputar Presiden Soeharto. Sebagai rezim yang baru berkuasa, orde baru merasa perlu merumuskan konsep, strategi dan kebijakan pembangunan yang sama sekali “baru” dengan orde lama yang digantikannya. Sebagai satu proses tatanan kenegaraan baru, pelembagaan Soeharto dari Ketua Presidium Kabinet Ampera, Penjabat Presiden hingga Presiden didukung oleh banyak pihak. Personalia saat itu yang terlembaga dalam struktur birokrasi mungkin dianggap belum “bersih lingkungan” sehingga muncul kelompok-kelompok think tank, mulai dari grup Opsus Ali Murtopo, grup Sekber Golkar, hingga grup teknokrat UI yang kemudian disebut sebagai “mafia Berkeley.” Keberadaan think tank di seputar Presiden Soeharto ini sempat membuat koordinasi menjadi rumit. Sebabnya karena kelompok-kelompok yang ada merasa paling berpengaruh dan “dekat” dengan presiden. Setelah Bappenas diperkuat oleh teknokrat-teknokrat baru utamanya dari UI, peran think tank yang sebelumnya ad hoc menjadi terlembaga. Sejak saat itu, dimulailah peran Bappenas sebagai think tank perencanaan pembangunan nasional.

Baca entri selengkapnya »

Strategic Planning dalam Birokrasi

Juni 7, 2017

Wikipedia (2012) mendefinisikan perencanaan strategis sebagai proses yang dilakukan suatu organisasi untuk menentukan strategi dengan memanfaatkan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan organisasinya. Perencanaan strategis dapat dilakukan dengan terlebih dahulu menggunakan teknik analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats), PEST (Political, Economic, Social, Technological), maupun STEER (Socio-cultural, Technological, Economic, Ecological, Regulatory). Selain itu Rapikom (2012) menyebut teknik lain yaitu IE (Internal-Eksternal) matrik, SPACE (Strategic Positionand Action Evaluation) matrik, Grand Strategy matrik dan untuk menetapkan alternatif kebijakan dapat menggunakan QSPM (Quantitative Strategies Planning Matriks). Baca entri selengkapnya »

Revitalisasi Lembaga Perencanaan Daerah

Juni 7, 2017

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) secara sederhana memiliki tugas pokok dan fungsi sebagai lembaga perumusan perencanaan pembangunan. Perencanaan sendiri menurut Tjokroamidjojo (1995:12) dapat dimaknai sebagai proses mempersiapkan secara sistematis kegiatan­kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu dan cara bagaimana mencapai tujuan tersebut. Definisi Tjokroamidjojo ini menekankan pada kata kunci “proses,” lalu “tujuan,” dengan cara yang “efisien.” Tujuan dan efisiensi tampaknya menjadi kata kunci dari metode-metode perencanaan yang nantinya akan dilaksanakan. Baca entri selengkapnya »

Situs Semedo sebagai Museum dan Pusat Studi Teori Kreasionisme

April 21, 2015

Situs Semedo terletak di Desa Semedo Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal. Sejak tahun 1990-an masyarakat Semedo telah menemukan fosil-fosil hewan purba. Namun baru pada tahun 2005 masyarakat melaporkan kepada LSM dan pemerintah kabupaten yang kemudian diteruskan ke Balai Arkeologi Yogyakarta. Sejak 2005 pula inventarisasi keberadaan fosil mulai serius dilakukan. Saat ini paling tidak terdapat 2.947 fosil yang keberadaannya ditengara berasal dari peradaban 1,5 juta tahun lalu. Tahun 2007 mulai ditemukan peralatan hidup manusia purba, yang kini telah terkumpul hingga 300 artefak. Penemuan peralatan hidup manusia purba semakin membuka kemungkinan bahwa di Semedo pernah ada peradaban manusia purba. Penantian dan pencarian itu berujung pada Mei 2011, saat ditemukan fosil yang oleh penelitian Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran dinyatakan sebagai fosil Homo Erectus. Fosil ini diberi nama Semedo 1. Baca entri selengkapnya »

Pendekatan Sistem Inovasi Daerah dalam RPJMD

April 21, 2015

Abstraksi
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah—selanjutnya disebut RPJMD—secara sederhana dapat disebut sebagai panduan pembangunan bagi daerah dalam kurun waktu lima tahun. Sebagai panduan sesungguhnya RPJMD tidak sekedar memuat rencana pembangunan, namun hakikatnya RPJMD merupakan amanat pembangunan yang harus dilaksanakan oleh seluruh elemen di daerah, utamanya pemerintah daerah. Sebagai rencana sekaligus amanat pembangunan RPJMD membutuhkan alat (tool) untuk mengimplementasikan cita daerah tersebut secara terstruktur dan terkendali. Salah satu alat bantu tersebut adalah Sistem Inovasi Daerah yang diadopsi RPJMD Kabupaten Tegal tahun 2014-2019. Baca entri selengkapnya »

Kelompok Studi IdeA: Gerakan Budaya, Gerakan Kuasa atau Ruang “Bersenang-Senang”?

Januari 2, 2012

Lima tahun lebih Kelompok Studi dan Jurnal IdeA lahir. Sepanjang periode itu Kelompok Studi dan Jurnal IdeA merasa telah melakukan banyak hal, ditimbang dari intensitas diskusi dan penerbitan Jurnal serta partisipasi lain dalam kerangka mebangun tradisi budaya belajar di Kabupaten Tegal. Meski demikian banyak kalangan belum mengenal lebih dekat apa, siapa, bagaimana dan mau apa Kelompok Studi dan Jurnal ideA? Bisa jadi usaha yang dilakukan Kelompok Studi dan Jurnal IdeA masih minimal. Atau kemungkinan lain yang paling mungkin: Kelompok Studi dan Jurnal IdeA sesungguhnya belum melakukan apa-apa. Kalau begitu, kapan anda bergabung dengan Kelompok Studi dan Jurnal IdeA, atau membangun ruang-ruang nalar—meramaikan dinamika intelektual di tanah kita tercinta ini? Baca entri selengkapnya »

Aspek Sosial dalam Rencana Tata Ruang

Agustus 1, 2011

Rencana Tata Ruang, baik yang bersifat umum maupun detail sejatinya merupakan pengaturan utilitas lahan (land use) dan bagaimana kawasan didistribusikan menurut penggunaannya (land division) sebagai cita ideal sebuah kota. Namun celakanya, pada banyak Rencana Tata Ruang, aspek-aspek sosial tidak secara proporsional mendapat tempat dalam analisis keruangan, dibandingkan aspek-aspek fisik-infrastruktur. Akibatnya, Tata Ruang banyak kota di tanah air disusun dengan mengabaikan visi kota. Secara umum Rencana Tata Ruang mengatur utilitas ruang dalam kawasan yang diperuntukkan bagi perumahan dan permukiman, fasilitas pelayanan kota (pemerintahan, perekonomian, kesehatan, peribadatan, pendidikan, transportasi, rekreasi, pelayanan umum), industri, hingga ruang terbuka hijau maupun kawasan khusus, semisal kawasan pertahanan dan militer. Keberadaan visi kota tidak hanya mengelompokan lahan menurut penggunaannya, tetapi dapat memperluas makna tata ruang kota sebagai kota yang direncanakan menurut potensinya. Baca entri selengkapnya »

Membangun Identitas Slawi

Juni 25, 2010

Keberadaan Kota Slawi (dan Kabupaten Tegal) masih berada dalam bayang-bayang Kota Tegal. Bagi publik di luar Slawi sering terbolak-balik mempersepsikan keberadaan Kota dan Kabupaten Tegal. Hal ini dapat dimaklumi, mengingat Kota Slawi merupakan daerah satelit Kota Tegal. Kondisi yang telah berlangsung lama ini tentu saja tidak strategis bagi Kota Slawi untuk mewujudkannya menjadi kota mandiri. Perlu ada upaya terencana dan terstruktur untuk membangun identitas kota sebagai entry point kemandirian kota. Baca entri selengkapnya »

Arah Pembangunan Tegal

Juni 25, 2010

Problem dan kebutuhan suatu daerah demikian kompleks. Karena itu, untuk mengurai kompleksitas disusun prioritas-prioritas. Demikian halnya dalam kebijakan pembangunan, seringkali prioritas-prioritas ini selain diundangkan dalam Peraturan Daerah (Perda) atau termuat dalam Rencana Strategis Daerah (Renstrada) juga dilembagakan dalam berbagai sesanti (slogan). Di Kabupaten Tegal selama ini kita mengenal berbagai slogan pembangunan. Sebut saja Tri Sanja (Tri Landasan Kerja), Gerbang Desa Manunggal (Gerakan Membangun Desa Manunggal), Slawi Ayu, Pertiwi (Pertanian, Industri, dan Pariwisata) serta Mbetahi lan Ngangeni. Namun celakanya, hampir setiap pemimpin daerah merasa perlu untuk membuat prioritas pembangunan baru yang segera setelah periode kepemimpinannya berakhir, berakhir pula komitmen dan kampanye pemerintah daerah terhadap prioritas pembangunan yang telah ada. Ditandai dengan introduksi prioritas program dan slogan pembangunan baru. Baca entri selengkapnya »