Archive for the 'Analisa' Category

Tentang Laki-Laki Muda Bejaket Coklat Tua

April 16, 2012

Kepada: Budi P. Hatees

LAKI-LAKI muda berjaket coklat-tua memerlukan beberapa kejap memejamkan mata, sesaat sebelum bus Puspa Sari yang ditumpanginya memasuki Terminal Rajabasa. Angannya membual pada kenangan beberapa tahun lewat, pikirannya dipenuhi kekhawatiran yang gugup: pada mimpi dan cita-cita yang disemainya di kota ini. Setelah turun dari bus, laki-laki muda berjaket coklat-tua bergegas melompat ke dalam bus lain lagi, Damri trayek Terminal Rajabasa-Tanjung Karang. Tadi ia sempat mengedarkan pandang ke sekeliling terminal. Ia menggeleng kepala sendiri, menenangkan batinnya. Katanya kepada batin: menggerutu soal kesemrawutan tak baik bagi kesehatan. Laki-laki muda berjaket coklat-tua memilih menyandarkan kepalanya di kursi bus. Bus sejuk berpendingin udara. Baca entri selengkapnya »

Menjadi Backpacker dari Kapal Pesiar

Januari 2, 2012

Bila anda saat ini sedang mencari pekerjaan, saya sarankan anda mencari pekerjaan yang memungkinkan anda sering ke luar kota, bahkan kalau mungkin ke luar negeri. Jenis pekerjaannya dapat apa saja. namun anda dapat menjajal satu jenis hobi baru yang menantang: travelling! Apalagi skenarionya travelling sambil bekerja. Fulus anda bertambah. Pengalaman sebagai warga dunia akan membuat anda boleh sedikit sombong dari banyak saudara kita yang kurang piknik. Baca entri selengkapnya »

Sinergi Penulis dan Media

Desember 19, 2011

Motivasi seorang dalam menulis artikel di media massa cukup beragam. Ada yang menjadikannya sebagai sarana mengaktualisasikan gagasan. Ada juga yang memaknainya sebagai ujud aktualisasi diri, salah satu kebutuhan-lanjut manusia setelah kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan sosial, dan kebutuhan untuk dihargai sebagaimana kata Abraham Maslow (1908-1970). Tak sedikit pula yang menjadikan aktivitas menulis sebagai profesi, tak sekedar klangenan atawa hobi. Baca entri selengkapnya »

Perjalanan Puitik Dahta Gautama

Desember 13, 2011

Banyak tempat yang puitik, tempat yang darinya dapat lahir puisi-puisi yang indah sekaligus menggugah. Bagi seorang penyair, tempat yang puitik bisa berada di mana saja: di taman, di sekolah, kebun binatang, mal, terminal, atau jalan. Jalan atau jalanan memang identik dengan puisi. Tak sedikit penyair yang memulai karier kepenulisannya dari jalan(an). Persada Studi Klub (PSK), komunitas sastrawan yang diasuh Umbu Landu Paranggi misalnya kerap nongkrong di kawasan (Jalan) Malioboro Jogja. Dari rahim PSK lahir sejumlah sastrawan terkemuka tanah air macam Emha Ainun Nadjib termasuk penyanyi balada Ebiet G. Ade. Jalan dan jalanan memang memberikan ruang yang penuh kontemplasi sekaligus paradoks, dan biasanya pula penyair menggemari realitas ini. Baca entri selengkapnya »

Menjadi Indonesia Melalui Sepakbola

November 14, 2011

Sesaat setelah Perang Dunia II berakhir, frekuensi perseteruan antarnegara dalam bentuk perang frontal menurun drastis. Banyak negara menahan diri untuk berperang, mengingat luka akibat perang yang menyakitkan, di samping menghindarkan diri dari perang global, semacam Perang Dunia III yang coba diredam kemungkinannya oleh banyak negara. Padahal, sentimen berseteru pada dasarnya merupakan semangat laten pergaulan antarbangsa. Orang kemudian melirik olahraga, dalam hal ini sepakbola sebagai medium baru untuk mengelola sentimen nasionalisme baru. Baca entri selengkapnya »

Etnisitas dalam Demokrasi

Oktober 10, 2011

Agaknya kita perlu lebih hati-hati dengan etnisitas (perasaan identitas etnis). Salah-salah ia bisa jadi bumerang yang menghabisi kita dari dalam. Soalnya kita telah banyak disuguhi kasus genocide (etnic cleansing) atas etnis yang merasa superior dari etnis lain. Sekurang-kurangnya, mulai saat ini kita memulai sebuah kerangka kesadaran egaliter antaretnis. Baca entri selengkapnya »