Archive for November, 2010

Nikah Siri Tak Cukup Dicatat

November 29, 2010

Masyarakat kita terbelah dalam setidaknya dua arus utama pendapat ketika menyikapi Rancangan Undang Undang (RUU) Hukum Materiil Peradilan Agama tentang pernikahan, utamanya regulasi mengenai nikah siri. Masyarakat yang sepakat berpandangan kewajiban pencatatan pernikahan merupakan penjaminan hak-hak perdata perempuan dan anak-anaknya yang kemudian akan dilahirkan. Perempuan dan anak hasil pernikahan akan memperoleh hak-hak kependudukan seperti waris dan tercatat dalam Sistem Administrasi Kependudukan sehingga dapat memperoleh pelayanan dari pemerintah, seperti Jaminan Kesehatan Masyarakat. Pihak yang tak setuju berpandangan RUU berpotensi melanggar hak asasi manusia, serta dianggap mengkriminalisasi hak privat warga negara untuk menikah menurut aturan agamanya. Baca entri selengkapnya »

Konstelasi Kesenian Tegal, Apresiasi dan Kaderisasi

November 12, 2010

Tegal sebagai tanda (sign) dalam persepsi publik di tanah air kerap diasosiasikan pada kesan lucu, keluguan, atau kesahajaan. Pandangan ini tak sepenuhnya keliru. Panggung hiburan kita telah akrab dengan nama-nama Cici Tegal, Parto Tegal hingga Parto Patrio yang efektif membawakan dialek Tegalan secara komedik. Termasuk Pak Tarno, tukang sulap pinggir jalan yang beberapa kali diundang menjadi bintang tamu di televisi swasta, penampilannya diapresiasi penonton dengan tawa. Padahal Pak Tarno bukan sedang melawak, melainkan bermain sulap. Dalam hal-hal serius, atau kesahajaan pedagang Warteg sekalipun, umumnya publik mengenang Tegal tak jauh dari tawa. Baca entri selengkapnya »

Kongres Forum Gunung Slamet

November 2, 2010

Satu pagi yang basah di bulan Ramadhan. Tak kurang 100 aktivis mewakili LSM, Perguruan Tinggi, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), Paguyuban Kepala Desa, SAR, PMI, Pramuka, Orari, hingga delegasi Pemerintah Kabupaten Brebes, Banyumas, Pemalang, Purbalingga dan Tegal dari rupa-rupa instansi seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kesbangpolinmas, Bappeda, DPU, Dinas ESDM, hingga Dinas Tanbunhut menggelar Kongres Forum (Gunung) Slamet untuk pertama kalinya. Gunung Slamet (3.432 mdpl) yang memayungi lima kabupaten ini memiliki ancaman erupsi yang laten dan permanen sebab status Slamet sebagai gunung api aktif. Sedikitnya 46 desa berada pada kawasan terdampak ancaman bencana erupsi Gunung Slamet. Baca entri selengkapnya »