Archive for the 'Lampung Post' Category

Sofistikasi Bahasa

November 16, 2015

Tak hanya sebagai media dalam menyampaikan gagasan dalam berkomunikasi, bahasa sekaligus menjadi penanda kapasitas intelektual seseorang sehingga menempatkannya dalam kedudukan sosial tertentu. Tak sedikit dari kita memiliki beban tersendiri ketika berkomunikasi menggunakan bahasa. Seorang Ayah akan memilih diksi yang sekaligus dapat menunjukkan kewibawaan di hadapan anaknya. Seorang wakil pihak calon mempelai laki-laki tak jarang menghapal kalimat-kalimat yang akan disampaikannya dalam prosesi melamar calon mempelai perempuan untuk menunjukkan keseriusan niat dan kekhidmatan prosesi itu sendiri. Situasi ini mendorong lahirnya sofistikasi bahasa. Sofistikasi bahasa diambil dari akar kata sophisticated yang sering diterjemahkan sebagai canggih. Seturut dengan terjemah itu, sofistikasi bahasa secara sederhana adalah usaha mencanggihkan bahasa. Membuat bahasa memiliki makna baru, memiliki nilai rasa tertentu, yang menjadikannya tidak biasa-biasa lagi. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Belajar dari Model Gerakan Kelas Menengah

Januari 14, 2015

Meskipun sering dijadikan kajian di bidang ilmu sosial, sesungguhnya definisi kelas menengah masih sering diperdebatkan, meliputi pertanyaan pokok: siapa saja yang tergolong kelas menengah di tanah air dan terutama bagaimana karakteristik peran dan partisipasi politik kelas menengah. Pada masa orde baru, kelas menengah kerap diasosiasikan sebagai kelas ekonomi, yang kemudian kita kenal sebagai “kelas ekonomi menengah ke atas.” Berbarengan dengan itu, lahir pula deskripsi kelas menengah menurut kategori lapis usia (kohort), yakni sebagai kelompok kaum muda berusia di bawah 50 tahun. Definisi yang ada dianggap kurang komprehensif sehingga kelas menengah kemudian dikelompokkan sebagai kelompok profesional yang nonpartisan namun tak apolitis. Sebagai kelompok profesional ia jelas bukan bagian dari negara (state) berikut aparatusnya, sekaligus ia juga bukan secara khusus sebagai kelompok aktivis (social society). Sebagai profesional kelas menengah adalah kelompok yang relatif mapan secara ekonomi, berusia muda (di bawah 50 tahun) dan yang paling penting menjadi aktor pendorong perubahan (agent of change). Karakteristik terakhir terutama dipengaruhi oleh sebab derajat pendidikan tinggi yang telah dienyam kelas menengah. Baca entri selengkapnya »

Isu Internasional dalam Gerakan Mahasiswa

Oktober 15, 2012

Sebagai kelompok penekan (pressure group) dalam ranah gerakan ekstraparlementer, Gerakan Mahasiswa di tanah air nyaris tak pernah absen menyikapi isu-isu aktual dalam kehidupan bangsa. Isu-isu seperti korupsi, Pemilu dan Pemilukada hingga soal-soal serius macam kedaulatan, kepemimpinan nasional maupun kebangsaan pada umumnya selalu mendapat tanggapan serius dalam diskursus Gerakan Mahasiswa. Isu-isu internasional yang paling menarik perhatian dalam Gerakan Mahasiswa apa lagi kalau bukan gurita kapitalisme yang mencemari hampir setiap ranah kehidupan, termasuk isu–isu lingkungan macam global warming. Padahal komunitas internasional telah mengkodifikasi wacana dalam sejumlah isu, diantaranya Millenium Development Goals (MDGs) atau Sasaran Pembangunan Milenium, Education For All (EFA) yang diterjemahkan menjadi Pendidikan Untuk Semua (PUS) maupun Human Development Index (HDI) yang dikenal pula sebagai Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Hingga hari ini masih sedikit Gerakan Mahasiswa yang serius berbicara soal isu-isu internasional yang ‘resmi’ ini—karena telah menjadi bahasa pemerintah kita dalam wacana pembangunan nasional—meskipun isu-isu parsial di dalamnya juga menjadi kegelisahan Gerakan Mahasiswa. Gerakan Mahasiswa sesungguhnya banyak berbicara soal kemiskinan, pendidikan maupun merosotnya daya beli masyarakat. Namun soalnya, Gerakan Mahasiswa tak membingkainya dalam isu MDGs, EFA, maupun HDI sehingga berpotensi menimbulkan kesan Gerakan Mahasiswa tak peka dengan isu-isu internasional ini. Baca entri selengkapnya »

Memaknai (Ulang) Konsepsi Nemui Nyimah dan Piil Pesenggiri

April 16, 2012

Dalam sayup-sayup kerinduan di tanah seberang, menyaksikan pertikaian antarkelompok warga di Lampung baru-baru ini (yang kemudian diidentifikasi berasal dari dua etnis berbeda) membuat saya terluka. Kita semua tentu sepakat seharusnya konflik dan pertikaian tak boleh ada di bumi Lampung. Untuk sampai pada situasi ini tampaknya kita harus banyak memaknai ulang perspektif filsafat kehidupan masing-masing kelompok. Pada dasarnya semua filsafat kehidupan berlaku universal, sehingga dapat disebut bahwa filsafat kehidupan seluruhnya setia pada kebaikan. Namun tafsir, penghayatan dan implementasi filsafat hidup yang dikodifikasi dalam sistem nilai kebudayaan seringkali menyebabkan distorsi atas nilai-nilai luhur yang dikandung sistem-sistem nilai yang ada. Baca entri selengkapnya »

Kamseupay

April 11, 2012

Awal tahun 2012 ditandai dengan kembali populernya akronim Kamseupay di media sosial kita. Kabarnya akronim ini pernah populer pada tahun 1980-an, bersamaan dengan lahirnya bahasa gaul kala itu macam doski, kawula muda atau yoi—sebelumnya lema yoi diucapkan yoa, misalnya dapat kita simak dalam percakapan di seri-seri film Catatan Si Boy (Cabo). Akronim dan kata bahasa gaul remaja ibukota kala itu produktif diintroduksi antara lain melalui corong Radio Prambors Jakarta. Kamseupay secara umum dipanjangkan menjadi Kampungan Sekali Uh Payah, sejumlah variasi tafsir Kamseupay lahir seperti Kampungan Sekali Udik Payah, atau menganggap Kamseupay sebagai kata, bukan akronim. Kalangan yang menganggap Kamseupay sebagai kata umumnya mengartikan Kamseupay sebagai kampungan. Baca entri selengkapnya »

Tanggal Ulang Tahun

Januari 3, 2012

Perayaan ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia memang istimewa. Hanya pada saat bangsa ini memperingati ulang tahunnya kita menjadi familier (kembali) dengan akronim HUT alias Hari Ulang Tahun dan idiom Dirgahayu. Bila pada peringatan ulang tahun kemerdekaan digunakan istilah HUT, pada peringatan ulang tahun berdirinya daerah (kabupaten/kota atau provinsi) umumnya digunakan istilah Hari Jadi, berbeda ketika kita memperingati hari kelahiran seseorang yang lazim disebut Ulang Tahun saja. Sedemikian sering kita menggunakan akronim HUT sehingga membuat kita tak sadar bila akronim ini berpotensi menyebabkan kekeliruan logika berbahasa. Baca entri selengkapnya »

Gerakan Sosial Usai Bakar Diri Sondang

Desember 21, 2011

Kematian Sondang Hutagalung, mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) yang membakar diri di depan Istana Merdeka telah menggugat kemanusiaan kita. Meskipun motif Sondang belum diketahui secara pasti karena sesaat setelah membakar diri kondisinya kritis hingga kemudian meninggal, kuat dugaan aksi bakar diri yang dilakukan Sondang merupakan ekspresi kekecewaan terhadap pemerintahan SBY-Boediono. Sebagai seorang aktivis mahasiswa sekaligus Koordinator Himpunan Advokasi-Study Marhaenis Muda untuk Rakyat dan Bangsa Indonesia (Hammurabi), satu komunitas Sahabat Munir yang dekat dengan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Sondang tentu meniatkan aksinya sebagai gerakan sosial untuk mewujudkan idealismenya. Sejumlah kalangan menduga Sondang terinspirasi tukang sayur Mohamed Bouazizi yang melakukan aksi serupa yang kemudian berdampak luas bagi lahirnya revolusi tak hanya di Yaman, namun juga di dunia Arab. Namun tampaknya ikhtiar Sondang menjadikan dirinya sebagai martir tak seperti yang ia duga. Sesaat setelah Sondang membakar diri, hingga kemudian meninggal, gerakan sosial di tanah air masih tampak kalem nyaris tak terpengaruh banyak oleh aksi Sondang. Sondang boleh kecewa, namun secara teoritik gerakan sosial di tanah air yang tak bergeliat juga ada sebabnya. Baca entri selengkapnya »

Kamus

Desember 13, 2011

Sesungguhnya penulis sekalipun tak luput dari kekeliruan. Dalam artikel saya sebelumnya, Pembobolan dan Penggelapan (27-7) saya tidak awas dalam membaca kamus. Saya membangun gagasan mengenai penggunaan kata bobol dalam pembobol dan pembobolan pada kasus-kasus kejahatan perbankan merujuk pada kamus, yakni Kamus Besar Bahasa Indonesia versi online atau biasa disebut KKBI Daring yang diterbitkan Pusat Bahasa Kementerian Pendidikan Nasional. Saya kurang hati-hati mengutip lema bobol dengan kurang memperhatikan lema turunan dari bobol, yakni membobol dan pembobol. Baca entri selengkapnya »

Bahasa Lalu Lintas

November 24, 2011

Lalu lintas dan jalan bersifat komplementer. Secara sederhana lalu lintas dapat dipahami sebagai pergerakan orang dan kendaraan di jalan. Untuk memudahkan pergerakan orang dan barang di jalan, lalu lintas dilengkapi dengan sistem tanda sebagai perangkat komunikasinya. Sistem tanda dalam lalu lintas yang kita kenal di antaranya berbentuk bahasa (huruf, angka, dan kalimat), warna, isyarat, gambar (lambang) dan bunyi. Bahasa dalam sistem lalu lintas sering kita baca ketika berkendara, namun beberapa di antaranya masih kurang tepat, baik efektivitas dan logika kalimat maupun pemilihan kata baku. Baca entri selengkapnya »

Sejarah Kekuasaan di Lampung

Oktober 24, 2011

Dalam manuskrip Etnografi Lampung yang saya rangkum, saya mencoba menyusun rekonstruksi sejarah kekuasaan di Lampung. Hampir semua sumber menyebutkan bahwa asal usul orang Lampung berasal dari Sekala Brak. Namun tak semua sumber menyebut Sukubangsa Tumi yang ratunya bernama Sekerummong (Hadikusuma, 1983) yang telah menjadi pengetahuan umum masyarakat Lampung. Ada yang menyebut Puyang Mena Tepik (Anshory, 2007), juga ada yang menyebut Umpu Serunting (Soepangat, 1978) yang lebih dikenal dalam tradisi tutur masyarakat Abung dan Way Kanan. Sumber lain menyebut orang Lampung berasal dari Batak, merupakan keturunan Ompu Silamponge (Silamponga) (Isneini, 2007 mengutip buku Sejarah Daerah Lampung, (1977). Baca entri selengkapnya »