Archive for Desember, 2011

Gerakan Sosial Usai Bakar Diri Sondang

Desember 21, 2011

Kematian Sondang Hutagalung, mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) yang membakar diri di depan Istana Merdeka telah menggugat kemanusiaan kita. Meskipun motif Sondang belum diketahui secara pasti karena sesaat setelah membakar diri kondisinya kritis hingga kemudian meninggal, kuat dugaan aksi bakar diri yang dilakukan Sondang merupakan ekspresi kekecewaan terhadap pemerintahan SBY-Boediono. Sebagai seorang aktivis mahasiswa sekaligus Koordinator Himpunan Advokasi-Study Marhaenis Muda untuk Rakyat dan Bangsa Indonesia (Hammurabi), satu komunitas Sahabat Munir yang dekat dengan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Sondang tentu meniatkan aksinya sebagai gerakan sosial untuk mewujudkan idealismenya. Sejumlah kalangan menduga Sondang terinspirasi tukang sayur Mohamed Bouazizi yang melakukan aksi serupa yang kemudian berdampak luas bagi lahirnya revolusi tak hanya di Yaman, namun juga di dunia Arab. Namun tampaknya ikhtiar Sondang menjadikan dirinya sebagai martir tak seperti yang ia duga. Sesaat setelah Sondang membakar diri, hingga kemudian meninggal, gerakan sosial di tanah air masih tampak kalem nyaris tak terpengaruh banyak oleh aksi Sondang. Sondang boleh kecewa, namun secara teoritik gerakan sosial di tanah air yang tak bergeliat juga ada sebabnya. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Sinergi Penulis dan Media

Desember 19, 2011

Motivasi seorang dalam menulis artikel di media massa cukup beragam. Ada yang menjadikannya sebagai sarana mengaktualisasikan gagasan. Ada juga yang memaknainya sebagai ujud aktualisasi diri, salah satu kebutuhan-lanjut manusia setelah kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan sosial, dan kebutuhan untuk dihargai sebagaimana kata Abraham Maslow (1908-1970). Tak sedikit pula yang menjadikan aktivitas menulis sebagai profesi, tak sekedar klangenan atawa hobi. Baca entri selengkapnya »

Kamus

Desember 13, 2011

Sesungguhnya penulis sekalipun tak luput dari kekeliruan. Dalam artikel saya sebelumnya, Pembobolan dan Penggelapan (27-7) saya tidak awas dalam membaca kamus. Saya membangun gagasan mengenai penggunaan kata bobol dalam pembobol dan pembobolan pada kasus-kasus kejahatan perbankan merujuk pada kamus, yakni Kamus Besar Bahasa Indonesia versi online atau biasa disebut KKBI Daring yang diterbitkan Pusat Bahasa Kementerian Pendidikan Nasional. Saya kurang hati-hati mengutip lema bobol dengan kurang memperhatikan lema turunan dari bobol, yakni membobol dan pembobol. Baca entri selengkapnya »

Perjalanan Puitik Dahta Gautama

Desember 13, 2011

Banyak tempat yang puitik, tempat yang darinya dapat lahir puisi-puisi yang indah sekaligus menggugah. Bagi seorang penyair, tempat yang puitik bisa berada di mana saja: di taman, di sekolah, kebun binatang, mal, terminal, atau jalan. Jalan atau jalanan memang identik dengan puisi. Tak sedikit penyair yang memulai karier kepenulisannya dari jalan(an). Persada Studi Klub (PSK), komunitas sastrawan yang diasuh Umbu Landu Paranggi misalnya kerap nongkrong di kawasan (Jalan) Malioboro Jogja. Dari rahim PSK lahir sejumlah sastrawan terkemuka tanah air macam Emha Ainun Nadjib termasuk penyanyi balada Ebiet G. Ade. Jalan dan jalanan memang memberikan ruang yang penuh kontemplasi sekaligus paradoks, dan biasanya pula penyair menggemari realitas ini. Baca entri selengkapnya »

Puisi-Puisi Febrie Hastiyanto

Desember 7, 2011

Langgar Al Muttaqien Rembang Petang

Langgar kami didirikan bersebelahan dengan Pasar Pagi. Menjaga iman kanak-kanak agar saban sore senantiasa mengaji. Dan godaan segala ding dong, karambol, nintendo, bantingan gaple serta kartu remi. Ejaan Iqro kami beradu kencang dengan mesin parutan kelapa. Dan imajinasi es tung-tung yang meruyak konsentrasi. Baca entri selengkapnya »