Archive for Agustus, 2011

Realisme Melodius Giwang Topo

Agustus 9, 2011

Saya sudah berjanji kepada diri sendiri untuk memanfaatkan waktu selama di Jogja. Setidaknya satu minggu satu kali menyempatkan diri mencicipi suguhan seni dan budaya di kota ini. Minggu lalu kelas short course sebenarnya padat. Beberapa hari saya menahan kantuk yang tak lampias karena tidur siang saya beberapa minggu ini terampas sama sekali. Namun malam itu saya memaksakan diri. Menyusuri Jalan Colombo di sore yang memerah. Nekat menonton satu pentas musik, satu jenis kebudayaan yang tak familier dalam kehidupan saya. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Mudik Tanpa Macet

Agustus 9, 2011

Sebagai agenda tahunan bagi mayoritas muslim tanah air utamanya penduduk pulau Jawa dan Sumatera, ritual mudik seharusnya tidak lagi dilalui dengan kegagapan dan berbagai permakluman seperti yang selama ini kerap kita alami. Ritual dalam penghayatan tradisi keberagaman kaum muslimin tanah air ini masih memungkinkan diminimalisasi dari carut-marut persoalan yang nyaris setiap tahun selalu terjadi. Baca entri selengkapnya »

Aspek Sosial dalam Rencana Tata Ruang

Agustus 1, 2011

Rencana Tata Ruang, baik yang bersifat umum maupun detail sejatinya merupakan pengaturan utilitas lahan (land use) dan bagaimana kawasan didistribusikan menurut penggunaannya (land division) sebagai cita ideal sebuah kota. Namun celakanya, pada banyak Rencana Tata Ruang, aspek-aspek sosial tidak secara proporsional mendapat tempat dalam analisis keruangan, dibandingkan aspek-aspek fisik-infrastruktur. Akibatnya, Tata Ruang banyak kota di tanah air disusun dengan mengabaikan visi kota. Secara umum Rencana Tata Ruang mengatur utilitas ruang dalam kawasan yang diperuntukkan bagi perumahan dan permukiman, fasilitas pelayanan kota (pemerintahan, perekonomian, kesehatan, peribadatan, pendidikan, transportasi, rekreasi, pelayanan umum), industri, hingga ruang terbuka hijau maupun kawasan khusus, semisal kawasan pertahanan dan militer. Keberadaan visi kota tidak hanya mengelompokan lahan menurut penggunaannya, tetapi dapat memperluas makna tata ruang kota sebagai kota yang direncanakan menurut potensinya. Baca entri selengkapnya »

Pembobolan

Agustus 1, 2011

Hari-hari terakhir kita akrab dengan istilah pembobol, dan pembobolan. Istilah ini ramai-ramai dikutip media ketika memberitakan kasus-kasus penggelapan dana milik nasabah bank. Pembobol dan pembobolan juga digunakan untuk menyebut kasus-kasus penggelapan Surat Kredit (L/C) fiktif yang merugikan bank dan negara—bila bank tersebut milik negara. Dalam kasus-kasus penarikan dana nasabah melalui ATM oleh orang yang tidak berhak, juga digunakan istilah pembobol dan pembobolan. Istilah pembobolan tampaknya mulai populer digunakan sejak terjadi penggelapan dana di BNI beberapa tahun lalu yang antara lain melibatkan mantan Kabareskrim Komjen Suyitno Landung dan pimpinan P.T. Gramaindo Adrian Waworuntu. Kasus lain yang tentu saja sedang hangat adalah penggelapan dana yang diduga melibatkan Senior Relation Manager Citibank Inong Malinda atau yang lebih dikenal sebagai Melinda Dee.

Baca entri selengkapnya »