Archive for April, 2012

Memaknai (Ulang) Konsepsi Nemui Nyimah dan Piil Pesenggiri

April 16, 2012

Dalam sayup-sayup kerinduan di tanah seberang, menyaksikan pertikaian antarkelompok warga di Lampung baru-baru ini (yang kemudian diidentifikasi berasal dari dua etnis berbeda) membuat saya terluka. Kita semua tentu sepakat seharusnya konflik dan pertikaian tak boleh ada di bumi Lampung. Untuk sampai pada situasi ini tampaknya kita harus banyak memaknai ulang perspektif filsafat kehidupan masing-masing kelompok. Pada dasarnya semua filsafat kehidupan berlaku universal, sehingga dapat disebut bahwa filsafat kehidupan seluruhnya setia pada kebaikan. Namun tafsir, penghayatan dan implementasi filsafat hidup yang dikodifikasi dalam sistem nilai kebudayaan seringkali menyebabkan distorsi atas nilai-nilai luhur yang dikandung sistem-sistem nilai yang ada. Baca entri selengkapnya »

Tentang Laki-Laki Muda Bejaket Coklat Tua

April 16, 2012

Kepada: Budi P. Hatees

LAKI-LAKI muda berjaket coklat-tua memerlukan beberapa kejap memejamkan mata, sesaat sebelum bus Puspa Sari yang ditumpanginya memasuki Terminal Rajabasa. Angannya membual pada kenangan beberapa tahun lewat, pikirannya dipenuhi kekhawatiran yang gugup: pada mimpi dan cita-cita yang disemainya di kota ini. Setelah turun dari bus, laki-laki muda berjaket coklat-tua bergegas melompat ke dalam bus lain lagi, Damri trayek Terminal Rajabasa-Tanjung Karang. Tadi ia sempat mengedarkan pandang ke sekeliling terminal. Ia menggeleng kepala sendiri, menenangkan batinnya. Katanya kepada batin: menggerutu soal kesemrawutan tak baik bagi kesehatan. Laki-laki muda berjaket coklat-tua memilih menyandarkan kepalanya di kursi bus. Bus sejuk berpendingin udara. Baca entri selengkapnya »

Kamseupay

April 11, 2012

Awal tahun 2012 ditandai dengan kembali populernya akronim Kamseupay di media sosial kita. Kabarnya akronim ini pernah populer pada tahun 1980-an, bersamaan dengan lahirnya bahasa gaul kala itu macam doski, kawula muda atau yoi—sebelumnya lema yoi diucapkan yoa, misalnya dapat kita simak dalam percakapan di seri-seri film Catatan Si Boy (Cabo). Akronim dan kata bahasa gaul remaja ibukota kala itu produktif diintroduksi antara lain melalui corong Radio Prambors Jakarta. Kamseupay secara umum dipanjangkan menjadi Kampungan Sekali Uh Payah, sejumlah variasi tafsir Kamseupay lahir seperti Kampungan Sekali Udik Payah, atau menganggap Kamseupay sebagai kata, bukan akronim. Kalangan yang menganggap Kamseupay sebagai kata umumnya mengartikan Kamseupay sebagai kampungan. Baca entri selengkapnya »

Percakapan dalam Kereta

April 11, 2012

Untuk Sungging Raga

Laki-laki muda itu hati-hati menyeret koper berodanya, takut menyenggol lutut penumpang lain. Setelah mendapati nomor kursinya, pelan-pelan ia mengangkat koper dan meletakkan di kabin di atas tempat duduk. Ia masih sempat merapikan jaketnya sebelum menghempaskan pantat ke kursi. Bantal kecil berwarna biru terlebih dahulu ia ambil, lalu diletakkan di pangkuannya. Air mineral dalam botol tak lupa diselipkan di jaring kursi penumpang di depannya. Bersama botol air mineral ia menyelipkan juga satu buku bersampul merah, buku yang bertutur tentang Sjahrir. Laki-laki muda itu menghela napasnya berkali-kali. Hampir saja ia tak awas. Di sampingnya telah duduk seseorang. Laki-laki muda itu menoleh dan menyunggingkan senyum sedikit. Seorang perempuan, kira-kira usianya lebih tua dari laki-laki muda itu, antara empat-lima tahun. Baca entri selengkapnya »