Archive for Agustus, 2010

Spirit Warteg dan Kultur Wirausaha Tegal

Agustus 24, 2010

Kuliner saat ini tidak lagi dianggap sebagai persoalan makan dan pemenuhan kebutuhan subsistensi dasar belaka semenjak Bondan Winarno menjadi host Wisata Kuliner di Trans TV beberapa tahun lalu. Kuliner telah naik kelas menjadi satu ‘disiplin ilmu’ dan ‘layak’ didiskusikan secara ilmiah. Kuliner kemudian dikenal publik sebagai karya yang direproduksi dari tradisi, sistem nilai, dan budaya yang panjang. Begitu juga ketika kita hendak membincangkan Warteg. Warteg, sebagaimana Rumah Makan Padang, Lapo (Lepau) Tuak Medan, Lesehan Jawa (Sunda, Yogyakarta atau Solo), Warung Kopi, Warung Bubur Kacang Hijau (Burjo) atau Kedai sejatinya merupakan manifestasi dari budaya yang terangkum dalam tradisi kuliner. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Iklim Pro Investasi dan Kesejahteraan

Agustus 21, 2010

Bank Indonesia (BI) Semarang dan Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Jawa Tengah merilis hasil survey iklim investasi dan iklim usaha daerah.  Dalam rilisnya, BI dan BPMD Jawa Tengah menempatkan Kabupaten Banyumas sebagai Kabupaten yang memiliki daya saing investasi tertinggi. Survei iklim usaha ini menarik untuk didiskusikan, terutama karena tiga sebab. Pertama, Survei terhadap investasi umumnya dihitung dari jumlah perijinan investasi suatu daerah. Survei yang mendasarkan pada persentase perijinan perlu dikritisi karena hanya dilakukan terhadap investasi oleh ‘perusahaan’, yang biasanya besar, dan seringkali perusahaan luar daerah. Padahal investasi mestinya dihitung baik pada investasi yang berijin maupun tidak. Investasi yang tidak berijin jumlahnya jauh lebih besar ketimbang investasi berijin, dihitung dari agregat nilai investasi hingga serapan tenaga kerja. Investasi tak berijin ini biasanya berada pada sektor ekonomi informal semisal Pedagang Kaki Lima, Warung Makan, dan usaha jasa kecil lainnya. Baca entri selengkapnya »

Tegal Gotong Royong dan Program Pertiwi

Agustus 5, 2010

Idiom Pertiwi alias Pertanian, Industri dan Pariwisata tentu merupakan retorika yang dikenal luas oleh publik di Kabupaten Tegal. Pertiwi merupakan prioritas pembangunan yang diintroduksikan pada masa kepemimpinan Bupati Tegal Drs. Soediharto (1999-2004). Pertiwi dilembagakan secara konstitusional dalam Perda No. 1 Tahun 2002 tentang Rencana Strategis Daerah (Renstrada) yang berlaku selama lima tahun. Baca entri selengkapnya »

Aktualisasi Sistem dan Nilai Adat

Agustus 2, 2010

Membaca artikel Feodalisme Modern di Lampung yang ditulis Udo Z. Karzi membuat saya gelisah. Udo seperti biasa menulis dengan tajam, berisi, dan ini yang paling menggetarkan: to the point alias “tunjuk hidung”. Mencermati dua peristiwa pemberian adok yakni Begawi Adat Mewaghi di Gunungsugih dan dan penyerahan gelar adat oleh Majelis Penyimbang Adat Lampung (MPAL) kepada Gubernur dan Ketua DPRD Lampung di Mahan Agung yang kemudian bersambut polemik antara lain dari Ketua Dewan Perwakilan Penyimbang Adat Lampung (DPPAL) Maulana Raja Niti, aktivis Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Lampung Barat (IKPM Lambar) Novan Saliwa, sai batin dari Talangpadang Irfan Anshory dan Udo Z. Karzi sendiri pada dasarnya sedang mendiskusikan bagaimana sistem dan nilai adat Lampung diaktualisasikan. Aktualisasi sistem dan nilai adat ini memerlukan format atau bentuk, yang celakanya tak bebas nilai dari kepentingan-kepentingan politik maupun ekonomi. Baca entri selengkapnya »