Archive for the 'Kompas Edisi Jateng' Category

Kongres Forum Gunung Slamet

November 2, 2010

Satu pagi yang basah di bulan Ramadhan. Tak kurang 100 aktivis mewakili LSM, Perguruan Tinggi, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), Paguyuban Kepala Desa, SAR, PMI, Pramuka, Orari, hingga delegasi Pemerintah Kabupaten Brebes, Banyumas, Pemalang, Purbalingga dan Tegal dari rupa-rupa instansi seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kesbangpolinmas, Bappeda, DPU, Dinas ESDM, hingga Dinas Tanbunhut menggelar Kongres Forum (Gunung) Slamet untuk pertama kalinya. Gunung Slamet (3.432 mdpl) yang memayungi lima kabupaten ini memiliki ancaman erupsi yang laten dan permanen sebab status Slamet sebagai gunung api aktif. Sedikitnya 46 desa berada pada kawasan terdampak ancaman bencana erupsi Gunung Slamet. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Pasar sebagai “Panggung”

Juni 23, 2010

Sejak setahun lalu Pasar Gede Hardjonagoro di Solo telah menjadi pasar tradisional pertama yang menjadi ‘panggung’ bagi pentas-pentas seni dan budaya. Beragam komunitas sejak dari Republik Aeng-Aeng, siswa SMK, Pasamuan Pasar Tradisional Surakarta (Papatsuta), komunitas seni dan masyarakat kampus menggelar acara seni dan budaya di pasar ini. Dari menyanyi, fashion show, hingga teater rakyat. Tidak jarang demonstran yang melintasi pasar ini juga berhenti sejenak, berorasi membela perekomian rakyat dari kapitalisme—yang disimbolkan dengan ‘pasar’. Tidak mau ketinggalan, sebuah stasiun TV lokal di Solo juga menayangkan acara diskusi nyantai di malam hari bertajuk Jagongan Pasar Gede, meski shooting-nya berlangsung di studio. Baca entri selengkapnya »

Nasib Musik Humor Solo

Juni 23, 2010

Paro pertama dasawarsa 2000 dapat disebut sebagai masa-masa keemasan bagi tradisi musik humor Solo. Kelompok-kelompok musik humor banyak lahir, terutama yang digiatkan mahasiswa yang berbasis di kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Sekolah Tinggi Seni Indonesia—kini Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Apalagi, letak kedua kampus ini bersebelahan berbatasan pagar sehingga masing-masing aktivis kesenian mahasiswa kedua kampus ini dapat saling berbagi ilmu, pengalaman, hingga berkompetisi. Baca entri selengkapnya »

Individu Kosmopolitan Keluarga Transmigran

Juni 23, 2010

Saat ini program transmigrasi sudah banyak dilupakan publik. Padahal tidak sedikit dari anggota keluarga, tetangga atau kenalan kita yang menjadi transmigran. Transmigrasi telah dimulai sejak jaman kolonial, lewat regulasi Politik Etis yang dicetuskan Van Deventer, yakni emigrasi (transmigrasi), edukasi dan irigasi. Kontingen transmigran pertama merantau ke Gedong Tataan Lampung pada tahun 1905. Sejak itu transmigran secara bergelombang merantau ke Sumatera, kemudian Kalimantan dan belakangan dikembangkan di Sulawesi termasuk Maluku hingga Papua. Di Sumatera konsentrasi terbesar transmigran bermukim di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) khususnya di Lampung serta di Jambi. Baca entri selengkapnya »

Belajar dari derita Buruh Migran

Juni 23, 2010

Cerita buruh migran di media massa hampir selalu berisi kabar duka. Dari media massa kita kerap disuguhi cerita-cerita tragis buruh migran meliputi penganiayaan, pemerkosaan, hingga tidak dicukupi hak-hak dasarnya. Sudah bosan kita bersepakat bahwa setumpuk regulasi untuk melindungi buruh migran kita perlu disusun, ditetapkan, dan ditegakkan. Namun, selalu ada cerita baru derita buruh migran. Selalu alasan ekonomi yang menjadikan warga kita mengadu nasib ke luar negeri menjadi pahlawan devisa. Selalu pula menjadi buruh migran dianggap sebagai satu-satunya jalan keluar dari himpitan ekonomi yang ada. Baca entri selengkapnya »

Pelajaran Demokrasi dari Tegal

Juni 22, 2010

Rasanya demokrasi kita hari ini memang memerlukan sebuah alternatif. Tanpa perlu melakukan survey, kita akan tahu bahwa warga sudah mulai bosan dengan model demokrasi kita, termasuk Pilkada langsung yang berlangsung sambung menyambung, dari kota satu ke kota yang lain dalam waktu yang seolah bergiliran. Tak heran kalau apatisme menguat, angka Golput menembus angka 50% (kasus Pilkada Pati), hingga pengharapan publik pada calon perseoarangan—jamak disebut calon independen. Baca entri selengkapnya »

Afirmasi Gender dalam Anggaran Daerah

Juni 22, 2010

Sebagai isu, (kesetaraan) gender dan pemberdayaan perempuan telah berhasil menjadi satu retorika yang dikenal luas publik. Melalui perjuangan panjang, nomenklatur pemberdayaan perempuan telah diakomodasi dalam struktur resmi pemerintahan setelah pada Tahun 1983 dalam Kabinet Pembangunan IV Presiden Soeharto melantik Ny. Lasiyah Soetanto sebagai Menteri Negara Peranan Wanita. Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak juga telah menjadi satu urusan pilihan pemerintah dari 25 urusan wajib dan 8 urusan pilihan sebagaimana diatur dalam Permendagri No. 59 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.

Baca entri selengkapnya »