Archive for Desember, 2015

LGBT dan Norma Baru

Desember 29, 2015

Setiap kesatuan hukum masyarakat pasti melembagakan nilai dan normanya ke dalam sistem sosial. Nilai merupakan sesuatu yang dianggap baik sementara norma adalah praktik maupun wujud kebaikan tersebut. Per definisi nilai dan norma merupakan pilihan yang disepakati oleh masyarakat melalui internalisasi dan seringkali merupakan preferensi dari keyakinan keagamaan dan kebudayaan tertentu. Pada praktiknya, sistem sosial yang telah mapan ini seringkali digugat, terjadi benturan yang melahirkan perilaku menyimpang (deviasi sosial). Perilaku menyimpang pada akhirnya dapat menjadi norma baru setelah ia bukan lagi sesuatu yang “menyimpang” melainkan telah menjadi “arus utama.” Namun proses untuk sampai pada tahap ini membutuhkan waktu yang cukup panjang. Meliputi diskusi, pergulatan hingga akhirnya kristalisasi norma baru. Baca entri selengkapnya »

Gotong Royong dan Teladan Birokrasi

Desember 29, 2015

Pendekatan pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan telah dianggap sebagai panacea—obat bagi segala macam penyakit, yaitu patologi pembangunan. Program-program yang dilakukan untuk, oleh, dan dari masyakarat umumnya mendasarkan pada semangat kesukarelaan, keswadayaan dan gotong royong, tiga kata kunci pemberdayaan masyarakat. Pembangunan dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat dianggap mampu menggerakkan potensi masyarakat, menumbuhkan rasa memiliki, bahkan secara teknis keproyekan dianggap mampu menghasilkan pembangunan yang cenderung berkualitas ketimbangan pembangunan serupa yang dilakukan oleh pemerintah maupun pihak ketiga. Baca entri selengkapnya »