Archive for the 'Joglosemar' Category

Mas Toni Blank Show dan Keindonesiaan Kita

Maret 16, 2011

Apa yang anda bayangkan bila bertemu seorang yang tidak sehat jiwanya, atau dalam bahasa yang kurang santun kita sebut orang gila; dan terlantar pula? Sebagian besar dari kita, termasuk saya tentu saja, akan berpikir sedapat mungkin tidak ingin berhubungan dengan mereka, serta sedikit menyesalkan di mana pemerintah yang abai dan absen. Namun bagi anak-anak muda kreatif dari Jogja, yang menamakan dirinya X Code Films, orang yang tidak sehat jiwanya ini justru diberi panggung, diwawancarai dan direkam menjadi video klip. Seorang penghuni Panti Rehabilitasi Sosial milik Dinas Sosial Yogyakarta yang mengidap schizoprenia bernama Toni adalah bintang panggungnya. Toni, oleh X Code Films dibuatkan video klip yang mereka sebut Mas Toni Blank Show dalam durasi sekira 5 menit dan diunggah periodik setiap Kamis malam pukul 20.00 di facebook dan youtube. Baca entri selengkapnya »

Merumuskan Keistimewaan DIY

Januari 16, 2011

Saya percaya, akhir dari ontran-ontran polemik keistimewaan Yogyakarta hari-hari belakangan ini akan happy ending. Betapa tidak, Sidang Rakyat Yogyakarta yang digelar di Malioboro, termasuk Sidang Paripurna Istimewa DPRD Yogyakarta hingga belasan demonstrasi yang intinya mendukung penetapan Sultan dan Pakualam masing-masing sebagai gubernur dan wakil gubernur telah menjadi garansi demikian kuatnya aspirasi masyarakat Yogyakarta. Sangat riskan dan membutuhkan biaya sosial dan politik yang tinggi untuk menolak amanat publik ini. Sehingga, akhir dari polemik ini dapat ditebak: DPR dan Pemerintah (Pusat) akan mendukung penetapan Sultan dan Pakualam, untuk argumentasi-argumentasi populis. Baca entri selengkapnya »

Legitimasi Kraton Kasunanan Solo

Juni 24, 2010

Untuk mengkonstruksi legitimasi kepatuhan kawulanya, raja-raja feodal Jawa membangun kebesaran pribadinya dalam gelar-gelar kebangsawanan, pusaka keraton sampai mitologi. Seperti Keraton Solo yang kekuasaannya kini tinggal samegaring payung. Baca entri selengkapnya »

Sultan dan Guru Bangsa

Juni 24, 2010

Polemik keistimewaan Yogyakarta beberapa hari belakangan ini menjadi indikasi kejumudan demokrasi kita. Dalam bahasa lain, kita membutuhkan alternatif demokrasi menuju sistem demokrasi yang mampu menjawab kebuntuan demokrasi seperti yang terjadi saat ini. Demokrasi menjadi buntu ketika pemimpin terpilih tidak memiliki kriteria utuh pemimpin—sebagaimana dikatakan Weber: kharismatik, tradisional, dan legal rasional. Demokrasi kita hari ini, termasuk proses demokrasi paling mutakhir yakni pemilihan langsung kerap kali mengalami kebuntuan ketika seorang pemimpin hanya memiliki otoritas legal rasional. Baca entri selengkapnya »

Isu Populis Pilgub

Juni 24, 2010

Minggu, 22 Juni 2008 mendatang warga Jawa Tengah untuk pertama kalinya akan memilih gubernur yang baru dalam pemilihan langsung. Meski bakal calon belum secara resmi ditetapkan Komisi Pemilihan Umum, sejak setahun lalu sudah muncul sejumlah bakal calon yang mengkampanyekan dirinya melalui spanduk, baliho, poster, maupun acara-acara kunjungan ke daerah. Dari perspektif materi (content) kampanye yang dirumuskan dalam visi dan misi, isu-isu pendidikan gratis, kesehatan gratis, maupun pemberdayaan ekonomi masih menjadi isu populis yang menjadi jualan bakal calon. Pada banyak pilkada di kabupaten/kota di Jawa Tengah ketiga isu populis ini juga secara seragam dikampanyekan calon untuk menangguk suara. Meski demikian perlu diapresiasi juga visi dan misi sejumlah kepala daerah yang mengusung isu yang berbeda, seperti salah satu calon kepala daerah di Sumatera Barat (anti korupsi), Medan (pariwisata) atau Banyumas (investasi) yang memperkaya pilihan isu kampanye. Calon kepala daerah di Sumatera Barat yang mengusung isu anti korupsi bahkan menjadi pemenang Pilkada. Baca entri selengkapnya »