Archive for Maret, 2011

Subjek Anonim dalam Diplomasi

Maret 24, 2011

Berita dengan isu-isu diplomatik seringkali menggunakan nama kota, kawasan atau ibukota negara sebagai kata ganti subyek. Kita banyak mendapati kalimat-kalimat seperti: ‘Jakarta menyatakan belum mengambil sikap terkait sengketa perbatasan dengan Malaysia.’ Penggunaan idiom Jakarta berpotensi bias dan sumir, terutama bila pertanyaanya menjadi: otoritas apa di Jakarta yang merilis informasi? Representasi Pemerintah Republik Indonesia dapat melekat pada berbagai macam lembaga. Pemerintah Republik Indonesia dapar bermakna presiden, dalam hal ini Pak Beye langsung. Dapat pula direpresentasikan oleh Menteri Luar Negeri. Pernyataan Juru Bicara Presiden bisa dianggap sebagai pernyataan presiden, yang mewakili pemerintah. Konfirmasi dari Juru Bicara Kementerian Luar Negeri juga sudah dianggap sumber resmi. Menteri Komunikasi dan Informatika dapat pula menjalankan peran kehumasan Pemerintah Republik Indonesia. Dalam konteks hubungan luar negeri yang berhubungan dengan isu-isu pertahanan, Panglima TNI layak dipandang sebagai otoritas yang merepresentasikan Pemerintah Republik Indonesia. Baca entri selengkapnya »

Mas Toni Blank Show dan Keindonesiaan Kita

Maret 16, 2011

Apa yang anda bayangkan bila bertemu seorang yang tidak sehat jiwanya, atau dalam bahasa yang kurang santun kita sebut orang gila; dan terlantar pula? Sebagian besar dari kita, termasuk saya tentu saja, akan berpikir sedapat mungkin tidak ingin berhubungan dengan mereka, serta sedikit menyesalkan di mana pemerintah yang abai dan absen. Namun bagi anak-anak muda kreatif dari Jogja, yang menamakan dirinya X Code Films, orang yang tidak sehat jiwanya ini justru diberi panggung, diwawancarai dan direkam menjadi video klip. Seorang penghuni Panti Rehabilitasi Sosial milik Dinas Sosial Yogyakarta yang mengidap schizoprenia bernama Toni adalah bintang panggungnya. Toni, oleh X Code Films dibuatkan video klip yang mereka sebut Mas Toni Blank Show dalam durasi sekira 5 menit dan diunggah periodik setiap Kamis malam pukul 20.00 di facebook dan youtube. Baca entri selengkapnya »

Bahasa Waktu

Maret 9, 2011

Waktu sejatinya sesuatu yang bersifat eksak. Kita mengetahui satu bulan terdiri dari 28 sampai 31 hari. Atau satu jam terdiri dari 3.600 detik. Waktu juga bersifat melingkupi, sehingga penggunaan kata kerja pada bilangan waktu dianggap kurang tepat. Kita pasti telah familier dengan frase ’menyingkat waktu,’ termasuk frase sejenis seperti ’membuang waktu’ maupun kebalikannya ’mengisi waktu’. Dalam adab kesantunan berbahasa kita, bila hendak membuat janji bertemu sering kita awali dengan frase ’apakah ada waktu (untuk bertemu)?’ Baca entri selengkapnya »