Archive for the 'Suara Merdeka' Category

Target Kinerja Pelayanan Publik

April 24, 2015

Salah satu patologi pembangunan di tanah air adalah perencanaan dan pelaksanaan pembangunan yang tidak terukur. Negara memiliki sejumlah amanat yang diatur oleh konsitusi. Pada saat yang bersamaan negara telah sibuk dan menguras energi melakukan banyak hal. Namun ketika dievaluasi, seringkali korelasi pelaksanaan pembangunan yang dilakukan pemerintah tidak berbanding lurus dengan pemenuhan amanat konstitusi. Negara dianggap oleh sebagian publik asyik dengan dirinya sendiri, sementara amanat konstitusi yang direpresentasikan dalam target kinerja pemerintah (daerah) selesai menjadi angka-angka statistik belaka. Baca entri selengkapnya »

Soe Hok-Gie dan Gerakan Mahasiswa

Oktober 12, 2011

Saya mengenal Soe Hok-Gie (selanjutnya disebut Soe) sejak tahun 2002. Saya mengenalnya karena dipinjami buku Catatan Harian Seorang Demonstran oleh seorang senior saya di pers mahasiswa, sebuah buku bekas yang dibelinya di Bilangan Gladag Solo. Berturut-turut kemudian saya berkesempatan meminjam Orang-Orang di Simpang Kiri Jalan, skripsi sarjana Soe yang ber-setting Peristiwa Madiun 1948. Juga memiliki kumpulan artikel dalam Zaman Peralihan yang saya peroleh dengan harga persahabatan dari seorang teman. Serta biografi Soe yang ditulis John Maxwell, Soe Hok-Gie: Pergulatan Intelektual Muda Melawan Tirani—yang dijadikan Riri Riza sebagai rujukan utama Gie. Baca entri selengkapnya »

Memangkas Embrio Konflik Laten

September 13, 2011

“Ekspektasi tetangga bahwa perantau sukses di Jakarta, membuat sebagian dari mereka  mereproduksi citra diri sukses sungguhan”

Beberapa pekan setelah Idul Fitri, dinamika wilayah sepanjang pantai utara (pantura) Jawa, utamanya bagian barat, kerap mewarnai headline media massa. Dari Karawang Jabar hingga masuk wilayah Jateng. Produksi berita dari pantura ini bukan berita baik karena didominasi masalah kemacetan lalu lintas, kecelakaan, dan agresivitas massa sebagaimana juga terjadi di Kecamatan Ringinarum Kendal (SM, 11/09/11). Baca entri selengkapnya »

Nikah Siri Tak Cukup Dicatat

November 29, 2010

Masyarakat kita terbelah dalam setidaknya dua arus utama pendapat ketika menyikapi Rancangan Undang Undang (RUU) Hukum Materiil Peradilan Agama tentang pernikahan, utamanya regulasi mengenai nikah siri. Masyarakat yang sepakat berpandangan kewajiban pencatatan pernikahan merupakan penjaminan hak-hak perdata perempuan dan anak-anaknya yang kemudian akan dilahirkan. Perempuan dan anak hasil pernikahan akan memperoleh hak-hak kependudukan seperti waris dan tercatat dalam Sistem Administrasi Kependudukan sehingga dapat memperoleh pelayanan dari pemerintah, seperti Jaminan Kesehatan Masyarakat. Pihak yang tak setuju berpandangan RUU berpotensi melanggar hak asasi manusia, serta dianggap mengkriminalisasi hak privat warga negara untuk menikah menurut aturan agamanya. Baca entri selengkapnya »

Iklim Pro Investasi dan Kesejahteraan

Agustus 21, 2010

Bank Indonesia (BI) Semarang dan Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Jawa Tengah merilis hasil survey iklim investasi dan iklim usaha daerah.  Dalam rilisnya, BI dan BPMD Jawa Tengah menempatkan Kabupaten Banyumas sebagai Kabupaten yang memiliki daya saing investasi tertinggi. Survei iklim usaha ini menarik untuk didiskusikan, terutama karena tiga sebab. Pertama, Survei terhadap investasi umumnya dihitung dari jumlah perijinan investasi suatu daerah. Survei yang mendasarkan pada persentase perijinan perlu dikritisi karena hanya dilakukan terhadap investasi oleh ‘perusahaan’, yang biasanya besar, dan seringkali perusahaan luar daerah. Padahal investasi mestinya dihitung baik pada investasi yang berijin maupun tidak. Investasi yang tidak berijin jumlahnya jauh lebih besar ketimbang investasi berijin, dihitung dari agregat nilai investasi hingga serapan tenaga kerja. Investasi tak berijin ini biasanya berada pada sektor ekonomi informal semisal Pedagang Kaki Lima, Warung Makan, dan usaha jasa kecil lainnya. Baca entri selengkapnya »

Memolakan Transmigrasi Warteg

Juni 24, 2010

Seperti halnya Program Keluarga Berencana (KB), Program Transmigrasi hari ini sedang mati suri. Setiap tahun pemerintah dan pemerintah daerah memang masih memberangkatkan kontingen transmigran ke sejumlah daerah, namun transmigrasi tak lagi menjadi retorika yang banyak diperbincangkan publik. Padahal dahulu Program Transmigrasi menjadi program unggulan pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan dan pemerataan persebaran penduduk dalam kerangka kebangsaan dan persatuan. Tidak jarang transmigrasi dijadikan problem solving bagi kebijakan pembangunan yang mengharuskan terjadinya relokasi. Semisal pembangunan Waduk Kedung Ombo di Boyolali atau Waduk Cacaban di Tegal. Bahkan metode seperti ini juga masih dipakai pemerintah ketika bermaksud merelokasi korban Lumpur Lapindo Sidoarjo melalui program transmigrasi. Karena pendekatan pragmatis pemerintah ini, publik cenderung bersikap apriori terhadap program transmigrasi karena selain merasa hanya dibuang, pemberdayaan terhadap transmigran juga tidak dilakukan secara berkelanjutan. Baca entri selengkapnya »

Menikmati Melati dari Aspek Lain

Juni 24, 2010

Tegal telah dikenal luas sebagai kota teh. Di Tegal terdapat banyak industri pengolahan teh. Sebut saja Perusahaan Teh P.T. Gunung Slamat yang memproduksi Teh Cap Sosro, Teh Cap Poci, Teh Cap Botol, Teh Cap Berko, Teh Cap Terompet, dan Teh Cap Sepatu. Ada juga P.T. Tunggul Naga yang memproduksi Teh Cap Dua Tang dan Teh Cap Tjatoet. Serta Perusahaan Teh Dua Burung yang memproduksi Teh Cap Tong Tji. Meskipun demikian Tegal tidak memiliki lahan perkebunan teh yang luas. Bahan baku daun teh umumnya diimpor dari Jawa Barat. Teh Tegal dikenal karena rasa dan aromanya yang Wasgitel (wangi, sepet, legi, kentel) dalam tradisi minum teh yang disebut moci. Baca entri selengkapnya »

Pasar Klewer, Pasar Rakyat Solo

Juni 24, 2010

Keberadaan Pasar Klewer di pusat Kota Solo harus diakui menempati posisi dan peran strategis dalam menggerakan perekonomian rakyat. Omzet yang berputar dalam transaksi setiap harinya disebut-sebut terbesar kedua setelah Pasar Mangga Dua Jakarta. Tidak heran bila pusat grosir dan eceran batik ini menjadi tumpuan hidup tidak hanya pedagang asal Solo dan kota-kota satelitnya (hinterland) dalam Subosukawonosraten (Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen dan Klaten) tetapi termasuk menghidupi pengusaha batik asal Pekalongan dan sekitarnya. Baca entri selengkapnya »

Aspek Sosiologi Apartemen Solo

Juni 24, 2010

Tidak lama lagi Solo akan memiliki apartemen sebagai salah satu jenis hunian warganya. Tidak tanggung-tanggung, diakhir tahun 2007 akan dibangun tiga apartemen sekaligus. Masing-masing Kusuma Mulia Tower (KMT) apartemen 28 lantai di bilangan Ngapeman Jalan Slamet Riyadi, Center Point Solo apartemen 22 lantai di kawasan Purwosari Jalan. Slamet Riyadi, dan Solo Paragon apartemen resor 22 lantai di Jalan Yosodipuro 133 Mangkubumen. Oleh pengembang, apartemen ini dibangun untuk menyerap pasar wisatawan mancanegara dan ekspatriat, utamanya tenaga ahli industri tekstil yang banyak tersebar di Solo dan ekspatriat tenaga ahli dalam eksplorasi minyak bumi di Blok Cepu Blora. Baca entri selengkapnya »

Tegal ‘Jepang-nya Indonesia’

Juni 24, 2010

Klaim Tegal sebagai ‘Jepang-nya Indonesia’ mungkin hanya menjadi menjadi klaim lokal yang hanya diketahui warga Tegal sendiri atau warga di wilayah eks. Karesidenan Pekalongan. Meski demikian, klaim ini bukan tidak beralasan. Industri pengolahan merupakan penyumbang 25,81 persen Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Tegal, berada di peringkat kedua setelah perdagangan, hotel, dan restoran (28,64 persen). Tidak kurang dari 24 jenis industri logam dapat dihasilkan pengrajin Tegal semisal industri komponen dan suku cadang alat berat, otomotif, kapal dan kelautan, listrik, kesehatan, senjata angin, aksesoris, perbengkelan, pertanian, perkebunan, bahan bangunan dan rumah tangga, karoseri, pemadam kebakaran hingga peralatan pompa air (Kustomo (ed), 2005). Tegal juga dikenal sebagai tempat berdirinya Lingkungan Industri Kecil (LIK) pertama-tama di Jawa Tengah. Baca entri selengkapnya »