Sinergi Penulis dan Media

Desember 19, 2011

Motivasi seorang dalam menulis artikel di media massa cukup beragam. Ada yang menjadikannya sebagai sarana mengaktualisasikan gagasan. Ada juga yang memaknainya sebagai ujud aktualisasi diri, salah satu kebutuhan-lanjut manusia setelah kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan sosial, dan kebutuhan untuk dihargai sebagaimana kata Abraham Maslow (1908-1970). Tak sedikit pula yang menjadikan aktivitas menulis sebagai profesi, tak sekedar klangenan atawa hobi.

Penulis bagi media seharusnya menjadi mitra strategis. Penulis dapat melengkapi wacana media dengan opininya. Soal opini, banyak kalangan masih berpegang teguh pada prinsip klasik objektivitas media, di mana media hanya boleh memberitakan fakta. Opini tempatnya hanya pada sekotak rubrik yang secara generik disebut Tajuk Rencana. Sejumlah organisasi seperti Aliansi Jurnalis Independen (AJI) misalnya, mengelompokkan penulis sebagai entitas keluarga besar jurnalis sehingga identitas jurnalis tak hanya monopoli wartawan sebagaimana dikenal publik selama ini. Jurnalisme warga (citizen journalism) merupakan salah satu teori baru soal jurnalis-nonwartawan ini.

Peran Strategis

Selama ini belum banyak media yang menjadikan penulis sebagai mitranya secara serius. Padahal peran penulis dapat lebih dari sekedar mengirimkan tulisan dengan konsekuensi ditolak atau dimuat redaktur. Melalui Forum Penulis suatu media, penulis dan pengelola media dapat duduk bersama. Bagi penulis, forum yang difasilitasi pengelola media dapat bermakna strategis. Misalnya, penulis dapat memperoleh gambaran kebijakan redaksional dari pengelola media. Meskipun media kebanyakan bersifat umum dan terbuka, namun realitasnya terdapat kebijakan redaksional yang berbeda pada setiap media. Misalnya soal proporsi isu. Meskipun media tersebut berujud harian umum, seringkali redaksi memberi proporsi tertentu pada isu tertentu. Misalnya proporsi antara isu nasional dengan isu lokal. Proporsi antara isu politik dengan isu budaya dan seterusnya. Penulis dapat menyesuaikan dan melengkapi kebijakan redaksional pengelola media ini dengan mengirimkan artikel-artikel dengan penekanan pada isu tertentu pula.

Begitu juga bagi pengelola media. Penulis nonwartawan dapat dilibatkan ketika media hendak menurunkan laporan khusus atau sejenisnya. Pengelola media dapat mengumumkan secara terbuka kepada penulis nonwartawan untuk melengkapi reportase redaksi dengan artikel berbentuk opini. Melalui Forum Penulis, pengelola media dapat bersikap lebih fair, artinya penulis tamu yang berkontribusi dalam laporan khusus bukan penulis yang diundang karena lebih kenal dengan redakturnya, tetapi bersifat terbuka dan kompetitif bagi anggota Forum Penulis. Melalui mekanisme ini artikel-artikel yang masuk diharapkan dapat lebih berbobot dan dari penulis yang bisa jadi tidak diduga. Dengan mekanisme ini pula pengelola media berkontribusi membentuk karakter kepenulisan , utamanya bagi penulis-penulis pemula.

Peran Teknis

Selain desain strategis, secara teknis Forum Penulis yang difasilitasi pengelola media memungkinkan arus gagasan antara penulis dan pengelola media termasuk untuk hal-hal teknis dan ‘remeh temeh. Misalnya konfirmasi penolakan artikel. Sejumlah penulis banyak yang mengirimkan artikelnya yang ‘tidak laku’ pada satu media, ke media lain. Kepastian konfirmasi penolakan artikel ini dapat menghindarkan penulis dan media dari praktik duplikasi pemuatan yang merugikan pembaca. Pengelola media dapat menugaskan staf ‘penjaga gawang’ yang melakukan konfirmasi penolakan artikel. Selama ini soal konfirmasi penolakan sejumlah penulis berpegang pada konvensi bila lebih dari 2 minggu belum dimuat, alamat artikel tersebut ditolak redaktur. Selain itu hal ‘remeh-temeh’ lain yang kadang terlewat adalah penghargaan kepada penulis. Soal honorarium memang masih tabu dibincangkan dalam relasi antara media dan penulis. Sejumlah media bahkan tidak memberi honorarium kepada penulisnya dengan berbagai dalih, ada yang beranggapan partisipasi menulis bersifat sosial, ada pula yang beralasan tak punya dana. Melalui Forum Penulis yang difasilitasi pengelola media misalnya, bisa didiskusikan ‘titik kesetimbangan’ honorarium antara penulis dan pengelola media, termasuk konfirmasi pengirimannya kepada penulis. Pada sejumlah penulis dikenal adagium: besaran honorarium dan reputasi media sedikit banyak berpengaruh pada ‘gengsi’ media juga.

Keanggotaan Forum Penulis dapat ditentukan oleh pengelola media dan penulis. Secara umum, setiap penulis yang tulisannya telah dimuat di media dapat dianggap sebagai penulis pada media tersebut. Frekuensi pemuatan tulisan dapat ditentukan pula, apakah cukup satu kali dimuat maka otomatis menjadi anggota, atau setelah memenuhi kuota frekuensi tertentu baru dapat dijadikan ‘anggota’. ‘Keanggotaan’ dapat diperluas misalnya pada penulis-penulis yang telah rutin mengirimkan artikel tapi belum dimuat. Bagi penulis yang belum dimuat, keberadaan Forum Penulis dapat memotivasinya untuk menulis lebih baik lagi. Selain penulis yang belum dimuat artikelnya, ‘keanggotaan’ Forum Penulis dapat diperluas bagi penulis Surat Pembaca.

Karena domisili penulis yang tersebar di mana-mana, maka diperlukan portal khusus bagi forum silaturahmi dan diskusi penulis. Facebook memang sedang booming. Namun karakteristiknya yang terbatas pada jumlah karakter penulisan rasanya menjadikan mailing list (milis) sebagai wahana yang lebih efektif bagi aktivitas Forum Penulis. Milis lebih memungkinkan diskusi panjang-lebar, dan cenderung lebih privat ketimbang Facebook. Tentu saja, selain pemanfataan media online, kopi darat penulis dan pengelola media bukan tak boleh dilakukan.

*Febrie Hastiyanto; Blogger pada hastiyanto.wordpress.com dan masmpep.wordpress.com.

Dimuat Analisa, Minggu 18 Desember 2011.

Satu Tanggapan to “Sinergi Penulis dan Media”


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: