Spiritualitas Magis Agama

Desember 6, 2010

Pada hampir setiap agama dan penghayat ketuhanan terdapat kerangka berpikir magis dalam relasi penyembahan umat kepada Tuhannya. Malinowski (1948) dalam bukunya Magi, Science and Religion menyebut fenomena ini sebagai respons atas ketidakpastian hidup umat dalam situasi ketegangan. Dalam tradisi bertuhan umat manusia—mulai dari animisme, dinamisme, fetisisme, politeisme, hingga monoteisme—magi ini terlembagakan dalam ritual-ritual doa. Doa adalah bentuk kerendahan hati umat manusia sekaligus pengakuan atas kekuatan dan kekuasaan Tuhan yang berkuasa dalam kehidupan alam semesta.
Dalam Islam misalnya, ibadah utama salat yang didirikan lima kali dalam sehari pada dasarnya adalah ritual keagamaan yang dipenuhi dengan doa-doa. Demikian juga dalam melakukan setiap tindakan, umat Islam sebagaimana disunahkan Rasulullah Muhammad selalu disertai dengan doa. Doa juga diucapkan sewaktu-waktu bergantung situasi di mana umat merasa membutuhkan kekuasaan Tuhan dalam kemahapengasih dan kemahapenyayangannya sebagai tangan-tangan tak terlihat (the invisible hand)—meminjam istilah Adam Smith.

Kadang-kadang, nilai magi dalam doa dianggap memiliki kualifikasi sempurna bila dilakukan dalam waktu-waktu dan tempat-tempat yang baik; ijabah. Ibadah haji merupakan contoh paling baik dalam konteks ini. Haji merupakan serangkaian ritual keagamaan yang disebut sebagai memenuhi panggilan Allah (labbaik allahumma labbaik). Nilai magi dapat dilihat pada tempat berhaji yang mengambil lokasi di Mekah, dan daerah sekitarnya: Arafah, Mina dan Madinah. Mekah merupakan tempat di mana Islam secara definitif sebagai agama lahir pertama kali melalui seruan-seruan tauhid yang dibawa Muhammad. Meski telah ada sebelum Islam sebagai agama lahir, Mekah memiliki nilai magi tersendiri. Kakbah (Baitullah), tempat ibadah pertama-tama didirikan di Mekah. Juga sumur zamzam yang istimewa dan memiliki nilai historis dalam sejarah Islam. Mekah telah menjadi kawasan istimewa dalam tradisi teologi Islam.

Pada agama-agama lain termasuk penganut kepercayaan, nilai magi pada tempat-tempat tertentu. Pada agama Kristen, kota tua Nazareth dan Palestina dianggap sebagai tempat yang disucikan. Tidak hanya kota-kota tua, umat kristiani juga mengenal tempat-tempat suci yang dianggap bernilai magi. Biasanya berbentuk sendang (mata air) atau Goa Maria. Pada penganut kepercayaan dan kebatinan tempat-tempat bernilai magi lebih banyak lagi jenisnya. Sungai tempuran sebagai contoh.

Pada masyarakat ateis sekalipun, mistifikasi doa tampak dalam situasi dan konteks tertentu. Sosiologi menyebutkan sebagai titik putus (breaking point) berisi kondisi tidak pasti (continency), tidak mampu (powerlessness) dan kondisi keterbatasan (scarcity). Doa-doa menjadi medium bagi manusia, pada titik nadir untuk berserah pada Tuhannya atas ketidakberdayaannya menghadapi titik putus. Nelayan di tengah pusaran badai dan gelombang misalnya, hanya dapat berdoa karena sampai saat ini belum ada teknologi buatan manusia yang dapat meredam gelombang pasang dan badai.

Dalam Islam, misalnya, diyakini bahwa Allah akan mengabulkan doa cepat atau lambat. Disebut cepat apabila keinginan dan harapan dari doa langsung dikabulkan Allah dalam waktu yang tidak terlalu lama. Bahkan Allah memberi jaminan setiap doa akan dikabulkan, termasuk doa-doa yang dikabulkan dengan lambat kelak di kehidupan setelah mati. Keyakinan ini membuat umat Islam percaya pada mistifikasi doa-doa yang diucapkannya.

Terkabulnya doa dianggap sebagai mukjizat. Pada agama Kristen misalnya, di salah satu stasiun televisi kita dapat menonton kekuatan doa menjadi mukjizat pada banyak kasus kelemahan manusia—biasanya sakit berkepanjangan dan teknologi medis tidak mampu lagi menjadi medium penyembuhan. Betapa doa memberi ruang bagi kesempatan manusia untuk menghadapi kondisi-kondisi ketenangan yang menyertai hidupnya. Permasalahannya manusia merasa perlu memanfaatkannya atau tidak.

Febrie Hastiyanto; Pegiat Kelompok Studi IdeA. Alumnus Jurusan Sosiologi FISIP UNS Solo.

Dimuat Lampung Post, Jumat 3 Desember 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: