Politeknik Pertanian di Way Kanan

Juni 24, 2010

Setelah hampir satu dekade menjadi kabupaten, Way Kanan hingga hari ini belum memiliki perguruan tinggi reguler di wilayahnya. Kalaupun ada perguruan tinggi, masih berbentuk kelas jauh (fillial) dari perguruan tinggi di luar kota. Sejumlah perguruan tinggi telah membuka cabang di Way Kanan. Diantaranya Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Pelita Bangsa Jakarta, dan STKIP Al Maarif Metro di Baradatu, serta Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Muhammadiyah Kotabumi di Blambangan Umpu. Selain itu terdapat sejumlah Kelompok Belajar (Pokjar) Universitas Terbuka (UT) di Baradatu, Kasui dan Bahuga.

Keterbatasan ini membuat sejumlah pelajar asal Way Kanan harus menuntut ilmu ke luar kota, baik di Lampung hingga ke Jawa. Padahal, bila di wilayah Way Kanan telah ada perguruan tinggi, potensi pelajar ini dapat lebih dimanfaatkan daerah bagi percepatan pembangunan yang sedang giat dilakukan pemerintah daerah. Keberadaan perguruan tinggi berikut civitas akademikanya akan memiliki efek berganda (multiplier effect) dalam dinamika (pembangunan) daerah, baik keterkaitan ke depan (forward linkages) maupun keterkaitan ke belakang (backward lingkages).

Keterkaitan ke depan (forward lingkages), atau fungsi pendorong perguruan tinggi bagi daerah dapat dihitung dari aspek ekonomi, politik, sosial, atau budaya. Misalnya ketersediaan tenaga terdidik dan terpelajar, dinamika dari pergerakan dan kritisisme mahasiswa, hingga perubahan pola pikir dan budaya belajar masyarakat. Semua ini merupakan modal sosial (social capital) bagi pemerintah daerah maupun masyarakat Way Kanan pada umumnya. Demikian halnya pada aspek keterkaitan ke belakang (backward lingkages). Sebuah perguruan tinggi di suatu wilayah akan memicu tumbuhnya sektor ekonomi yang melayani mahasiswa sejak dari pemukiman pondokan, penyediaan makanan (katering), industri penggandaan (percetakan, foto copy), toko buku dan seterusnya. Secara sosiologis, keberadaan perguruan tinggi akan mendorong minat pemuda untuk berkeinginan menimba ilmu, terlebih bila pemerintah daerah menerapkan sistem insentif bagi siswa yang membutuhkan perlakuan khusus.

Politeknik Pertanian

Kebutuhan akan hadirnya perguruan tinggi di Way Kanan telah mendesak untuk diwujudkan. Persoalannya kemudian, apa bentuk perguruan tinggi tersebut, dan ilmu apa yang hendak diajarkan? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu mencermati kondisi eksisting wilayah dan kondisi yang diidealkan ke depan oleh pemerintah daerah. Hampir dipastikan keberdaan perguruan tinggi di Way Kanan akan banyak bergantung pada pemerintah daerah, terutama pada proses pendiriannya. Hal ini dapat dimaklumi mengingat dinamika Way Kanan berbeda dengan kabupaten/kota lain di Lampung yang dapat lebih mandiri. Besarnya peran pemerintah daerah dalam mendorong lahirnya perguruan tinggi ini cukup strategis dalam kerangka mewujudkan visi dan misi pembangunan daerah.

Pilihan pada ‘apa’ dan ‘bagaimana’ perguruan tinggi itu nanti hendaknya bersumber pada kebutuhan pembangunan daerah yang memang membutuhkan akselerasi. Motif-motif ekonomi apalagi politik sebaiknya dihindari dari keberadaan perguruan tinggi yang didirikan. Motif ekonomi misalnya pada pilihan ilmu yang hendak diajarkan. Perguruan tinggi di Way Kanan harus mampu tidak mengikuti tren pendidikan. Seperti pada periode 1990 ketika banyak perguruan tinggi (utamanya swasta) yang ramai-ramai mengajarkan jurusan teknik informatika, maupun komputer. Atau pada periode ini dengan ‘jualan’ jurusan-jurusan pada ilmu kesehatan dan keperawatan atau pendidikan dan keguruan.

Perguruan tinggi di wilayah Way Kanan harus berani mengambil peran di luar perguruan tinggi yang ada. Agar tidak terjadi penumpukan sarjana komputer, sarjana kesehatan dan sarjana pendidikan, perguruan tinggi itu nanti dapat konsentrasi mengembangkan jurusan-jurusan yang tidak/belum diajarkan perguruan tinggi lain. Melihat Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) dan sebaran sektor tenaga kerja penduduk, sektor Pertanian merupakan sektor bertumpunya hajat hidup masyarakat Way Kanan. Tidak berlebihan rasanya bila perguruan tinggi yang didirikan di Way Kanan mengajarkan ilmu pertanian, dengan jurusan-jurusan perkebunan, budidaya perikanan darat, teknologi hasil pertanian, sosial ekonomi pertanian, agrobisnis, penyuluh pertanian, kesehatan hewan atau peternakan. Agar ilmu yang diajarkan tidak menjadi sekedar teori dan melahirkan sarjana dengan kualifikasi tenaga terdidik, bentuk perguruan tinggi yang tepat di Way Kanan adalah politeknik, yang mengakomodasi keterampilan dan pengetahuan (teori) dengan lulusan berkualifikasi tenaga ahli.

Politeknik Pertanian Way Kanan ini juga dapat meneruskan pola pendidikan kejuruan yang telah dirintis pemerintah daerah dari sekolah menengah kejuruan yang didirikan. SMK rumpun Pertanian di Baradatu, SMK rumpun Teknologi di Banjit, dan SMK rumpun Ekonomi di Blambangan Umpu dapat dijadikan titik pijak (entri point) dari Politeknik Pertanian yang kalau boleh saya usulkan dapat diberi nama Politeknik Pertanian Way Kanan (Poltek Wayka).

Febrie Hastiyanto; Penulis lahir dan dibesarkan di Way Kanan. Saat ini bekerja pada Bappeda Kab. Tegal Jawa Tengah.

Dimuat Radar Lampung, 2008.

3 Tanggapan to “Politeknik Pertanian di Way Kanan”

  1. As Widodo Says:

    hal itu yg sllu dinanti2 oleh masyarakat way kanan…sebagai mahasiswa yg hidup diperantauan…saya sangat setuju bila ada perguruan tinggi yg berkonsentrasi di aras PErtanian…terutama yg mengarah ke perkebunan,budidaya tanama&teknologi petanian…

  2. mutaqim Says:

    idealnya memang dlm sebuah kabupaten memang hrs ada perguruan tinggi tak terkecuali dgn kab way kanan. Maju terus way kanan….


  3. .Seharus nya anda,yg jadi pemimpin,atau setidak nya menjadi pelopor..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: